
Kemenag, (MTsN 4 Bungo)-Dalam rangka menjaga kesehatan, keselamatan, dan keberlangsungan proses pendidikan di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), siswa dan siswi MTsN 4 Bungo mengikuti pelaksanaan pembelajaran dengan menyesuaikan pedoman yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Pembelajaran pada Raudhatul Athfal/Madrasah, Pesantren, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang Terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan.
Surat edaran tersebut diterbitkan sebagai upaya untuk memastikan keselamatan dan kesehatan peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan, sekaligus menjaga agar layanan pendidikan tetap berjalan selama kondisi Karhutla. Penyesuaian pembelajaran dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan tingkat risiko di masing-masing daerah.
Dalam pelaksanaannya, MTsN 4 Bungo terus memperhatikan perkembangan kondisi Karhutla dan kualitas udara berdasarkan informasi resmi dari pemerintah daerah maupun instansi yang berwenang. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pelaksanaan kegiatan pembelajaran di madrasah.
Sesuai dengan pedoman tersebut, penyesuaian pembelajaran dapat dilakukan melalui perubahan waktu masuk dan pulang madrasah, pengurangan durasi pembelajaran tatap muka, penyesuaian kegiatan pembelajaran maupun kegiatan di luar ruangan, hingga pengalihan sementara pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh apabila kondisi mengharuskan.
Apabila pembelajaran tatap muka tidak dapat dilaksanakan secara normal, madrasah dapat menggunakan berbagai alternatif pembelajaran, seperti pembelajaran jarak jauh, modul atau lembar kerja, penugasan terstruktur, maupun metode lain yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan ketersediaan sarana pembelajaran.
Dalam kondisi tersebut, pendidik juga diberikan ruang untuk menyesuaikan capaian pembelajaran, materi, tugas, dan asesmen dengan situasi kedaruratan. Penyesuaian dilakukan secara fleksibel dan proporsional dengan tetap menghindari pemberian beban belajar yang berlebihan kepada peserta didik.
Selain kegiatan pembelajaran di dalam kelas, MTsN 4 Bungo juga memperhatikan pelaksanaan kegiatan di luar ruangan. Kegiatan seperti upacara, olahraga, dan ekstrakurikuler dapat dibatasi, ditunda, atau ditiadakan sementara apabila kondisi kualitas udara dan lingkungan tidak memungkinkan.
Keselamatan dan kesehatan siswa tetap menjadi prioritas utama. Madrasah juga perlu memberikan perhatian kepada peserta didik yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau lebih rentan terhadap dampak asap Karhutla. Pembelajaran tetap diarahkan agar berlangsung secara aman, inklusif, ramah anak, serta memperhatikan kondisi psikososial peserta didik.
Kepala madrasah bersama seluruh tenaga pendidik dan kependidikan terus berkoordinasi untuk memastikan pelaksanaan pembelajaran berjalan sesuai kondisi di lapangan. Informasi terkait penyesuaian pembelajaran juga perlu disampaikan secara jelas kepada peserta didik, orang tua/wali, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Dengan mengikuti pedoman tersebut, diharapkan proses pembelajaran di MTsN 4 Bungo tetap dapat berlangsung secara efektif tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan. Pembelajaran tatap muka secara normal akan dilaksanakan kembali setelah kondisi lingkungan dan kualitas udara membaik serta dinyatakan aman berdasarkan informasi dari pemerintah daerah atau instansi yang berwenang.
Keselamatan tetap menjadi prioritas, pembelajaran tetap berjalan, dan semangat belajar siswa MTsN 4 Bungo tidak boleh padam di tengah kondisi Karhutla.
Penyunting : Anton
Sumber : Kanwil Kemenag Jambi
|
313x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...