Selamat Datang di Website Resmi MTS Negeri 4 Bungo # KEGIATAN MATA MUDA MTSN 4 BUNGO DILAKSANAKAN RANGGAL 13 SD 16 JULI 2026 # SELAMAT MENGIKUTI MASA TA'ARUF MURID MADRASAH (MATA MUDA) TP.2026/2027 # SELAMAT ATAS KELULUSAN SISWA/I KELAS IX MTSN 4 BUNGO TP. 2025/2026 SEBANYAK 101 SISWA # PRAMUKA PANGKALAN MTS N 4 BUNGO JUARA UMUM KEMAH GALANG BERKAT KE-IX TAHUN 2026 # Selamat Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI Ke-80 Tahun 2026
Diposting Pada: Jumat, 03 April 2026

Lestarikan Warisan Nusantara, Pak Tugiman Ajarkan Filosofi Ketupat di Jam Pengembangan Diri

Lestarikan Warisan Nusantara, Pak Tugiman Ajarkan Filosofi Ketupat di Jam Pengembangan Diri

Bungo, (MTsN 4 Bungo)- Menghadirkan suasana berbeda dalam jam pengembangan diri kali ini. Biasanya, sesi ini diisi dengan kegiatan ekstrakurikuler umum. Namun, di bawah bimbingan Bapak Tugiman, guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), para siswa diajak mengenal seni menganyam ketupat dari daun kelapa muda atau janur.

Pak Tugiman tidak hanya membimbing siswa secara teknis dalam menganyam janur menjadi ketupat, tetapi juga menyisipkan pesan tentang pentingnya melestarikan kearifan lokal. Ia menjelaskan bahwa ketupat bukan sekadar pembungkus nasi yang identik dengan perayaan hari raya, melainkan memiliki makna filosofis yang dalam. Dalam tradisi Jawa, ketupat atau "kupat" berarti Ngaku Lepat (mengakui kesalahan) dan Laku Papat (empat tindakan utama: lebaran, luberan, leburan, dan laburan).

"Anyaman yang rumit ini melambangkan perjalanan hidup manusia yang penuh liku dan kesalahan. Namun, ketika anyaman itu menyatu dengan kuat, ia akan menjadi wadah yang bermanfaat. Inilah pentingnya kita mengakui kesalahan dan menjaga silaturahmi," ujar Pak Tugiman di sela-sela kegiatan.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa. Selain melatih motorik halus dan kesabaran melalui teknik menganyam, mereka juga mendapatkan pengetahuan tentang manfaat daun kelapa sebagai pengemas alami yang ramah lingkungan. Hal ini relevan dengan latar belakang Pak Tugiman sebagai guru IPA, yang menekankan pentingnya pemanfaatan bahan alami dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Madrasah turut memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Ia menilai pengenalan filosofi kearifan lokal sangat penting agar generasi muda tidak hanya mengenal budaya sebagai simbol, tetapi juga memahami nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya.

Melalui jam pengembangan diri ini, Pak Tugiman membuktikan bahwa pembelajaran dapat dilakukan di mana saja dan melalui berbagai media, termasuk sehelai daun kelapa. Kegiatan ini menjadi contoh harmonisasi antara tradisi dan pendidikan, sekaligus upaya melestarikan warisan budaya Nusantara di tengah perkembangan zaman.

Penulis/Penyunting : Anthon
Photo : Syrf

 


391x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Praktik Bola Voli Kelas VIIIb MTsN 4 Bungo Tumbuhkan Semangat, Kekompakan, dan Sportivitas 82x dibaca
  2. Telaten di Waktu Luang, Ibu Erni Lestari Koreksi Tugas TTS Bahasa Indonesia 126x dibaca
  3. Kemenag Bungo dan BSI Muara Bungo Wujudkan Layanan Kepegawaian yang Terpadu dan Berbasis Syariah 170x dibaca
  4. Wujudkan Lulusan Religius, MTsN 4 Bungo Lakukan Uji Komprehensif Khusus Siswa Kelas IX 442x dibaca
  5. Supervisi Pembelajaran IPA: Langkah Nyata MTsN 4 Bungo Wujudkan Pendidikan Berkualitas 104x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MTS Negeri 4 Bungo

Mars Madrasah