Selamat Datang di Website Resmi MTS Negeri 4 Bungo # PRAMUKA PANGKALAN MTS N 4 BUNGO JUARA UMUM KEMAH GALANG BERKAT KE-IX TAHUN 2026 # Selamat Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI Ke-80 Tahun 2026 # Seluruh ASN Satker MTsN 4 Bungo Akan Hadiri Upacara HAB Ke-80 Di Lapangan Exs. MTQ Muara Bungo # Selamat Mengikuti Jambore Cabang Bungo Tahun 2025 # SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL TAHUN 2025
Diposting Pada: Jumat, 03 April 2026

Lestarikan Warisan Nusantara, Pak Tugiman Ajarkan Filosofi Ketupat di Jam Pengembangan Diri

Lestarikan Warisan Nusantara, Pak Tugiman Ajarkan Filosofi Ketupat di Jam Pengembangan Diri

Bungo, (MTsN 4 Bungo)- Menghadirkan suasana berbeda dalam jam pengembangan diri kali ini. Biasanya, sesi ini diisi dengan kegiatan ekstrakurikuler umum. Namun, di bawah bimbingan Bapak Tugiman, guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), para siswa diajak mengenal seni menganyam ketupat dari daun kelapa muda atau janur.

Pak Tugiman tidak hanya membimbing siswa secara teknis dalam menganyam janur menjadi ketupat, tetapi juga menyisipkan pesan tentang pentingnya melestarikan kearifan lokal. Ia menjelaskan bahwa ketupat bukan sekadar pembungkus nasi yang identik dengan perayaan hari raya, melainkan memiliki makna filosofis yang dalam. Dalam tradisi Jawa, ketupat atau "kupat" berarti Ngaku Lepat (mengakui kesalahan) dan Laku Papat (empat tindakan utama: lebaran, luberan, leburan, dan laburan).

"Anyaman yang rumit ini melambangkan perjalanan hidup manusia yang penuh liku dan kesalahan. Namun, ketika anyaman itu menyatu dengan kuat, ia akan menjadi wadah yang bermanfaat. Inilah pentingnya kita mengakui kesalahan dan menjaga silaturahmi," ujar Pak Tugiman di sela-sela kegiatan.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa. Selain melatih motorik halus dan kesabaran melalui teknik menganyam, mereka juga mendapatkan pengetahuan tentang manfaat daun kelapa sebagai pengemas alami yang ramah lingkungan. Hal ini relevan dengan latar belakang Pak Tugiman sebagai guru IPA, yang menekankan pentingnya pemanfaatan bahan alami dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Madrasah turut memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Ia menilai pengenalan filosofi kearifan lokal sangat penting agar generasi muda tidak hanya mengenal budaya sebagai simbol, tetapi juga memahami nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya.

Melalui jam pengembangan diri ini, Pak Tugiman membuktikan bahwa pembelajaran dapat dilakukan di mana saja dan melalui berbagai media, termasuk sehelai daun kelapa. Kegiatan ini menjadi contoh harmonisasi antara tradisi dan pendidikan, sekaligus upaya melestarikan warisan budaya Nusantara di tengah perkembangan zaman.

Penulis/Penyunting : Anthon
Photo : Syrf

 


316x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. MAJELIS GURU MTSN 4 BUNGO SIAP MENGIKUTI AKGTK TAHUN 2024 583x dibaca
  2. Kabid Madrasah Kemenag Provinsi Jambi Dorong Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah 67x dibaca
  3. Jelang Cuti Bersama Idulfitri, Staf TU MTsN 4 Bungo Tunjukkan Dedikasi Tanpa Henti dalam Pelayanan Administrasi 264x dibaca
  4. Saat Langit Meredup, Ayat-Ayat Suci Menjadi Cahaya: Gema Tahfidz di MTsN 4 Bungo 272x dibaca
  5. "Persiapan Matang, Siswa MTsN 4 Bungo Jalani Simulasi Olimpiade Madrasah" 184x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MTS Negeri 4 Bungo

Mars Madrasah