
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jambi, Dr. H. Dedi Irma Sillahi, M.A.B., mengajak seluruh kepala madrasah di Provinsi Jambi untuk serius dan berkomitmen dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah masing-masing. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) KBC yang dihadiri oleh puluhan kepala madrasah dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) se-Provinsi Jambi.
Dalam sambutannya, Dr. Dedi menegaskan pentingnya KBC sebagai respons terhadap tantangan pendidikan modern. Ia menjelaskan bahwa kurikulum ini bertujuan menyeimbangkan kecerdasan intelektual siswa dengan kecerdasan emosional dan spiritual. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak mulia.
"Kita tidak hanya mencetak siswa yang pandai matematika atau sains, tetapi kita harus mencetak generasi yang memiliki hati dan akhlak mulia," ujar Dr. Dedi. Ia menambahkan bahwa KBC mengajak seluruh guru dan kepala madrasah untuk kembali pada esensi mendidik, yaitu dengan kasih sayang, empati, dan kepedulian.
Dr. Dedi juga menyadari bahwa implementasi kurikulum baru seperti KBC memerlukan usaha lebih dari seluruh pihak di madrasah. Ia menekankan bahwa perubahan ini bukan hanya pada dokumen kurikulum, tetapi juga pada pola pikir dan budaya kerja di lingkungan madrasah. Tiga poin utama yang ditekankan dalam penerapan KBC adalah penguatan karakter, penciptaan lingkungan inklusif, dan peran kepala madrasah sebagai teladan.
Penguatan karakter dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan ke dalam setiap mata pelajaran. Selain itu, madrasah diharapkan menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying atau kekerasan, sehingga siswa merasa madrasah sebagai rumah kedua. Kepala madrasah juga diharapkan menjadi contoh utama dalam menerapkan sikap penuh cinta dan empati kepada guru, staf, dan siswa.
"Saya meminta Kepala Madrasah untuk menjadi motor penggerak utama. Canangkan KBC ini dengan serius, buat roadmap implementasi yang jelas, dan pastikan setiap guru menerapkannya di kelas. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan anak bangsa," tegas Dr. Dedi.
Seruan ini mendapat sambutan positif dari para kepala madrasah yang hadir. Mereka diharapkan segera menindaklanjuti program ini dengan mengadakan sosialisasi dan pelatihan internal di madrasah masing-masing. Dengan langkah ini, diharapkan Kurikulum Berbasis Cinta dapat diterapkan secara efektif dan memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter siswa di Provinsi Jambi.
Penyunting : An
Dok : syrf
|
35x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...