
Bungo, (MTsN 4 Bungo)-Setiap pagi di MTsN 4 Bungo, suasana sejuk dan tenang terasa kental dengan nuansa spiritual. Sebelum memulai kegiatan belajar mengajar, seluruh siswa dan siswi bersama-sama melantunkan doa "Hasantukum Bilhayyi Qayyum" sebagai bagian dari pembukaan kegiatan mengaji pagi. Doa ini merupakan permohonan perlindungan kepada Allah Yang Maha Hidup, yang menggema di sepanjang koridor madrasah dan menciptakan atmosfer belajar yang damai serta penuh keberkahan.
Kegiatan mengaji pagi telah menjadi program unggulan di MTsN 4 Bungo. Tujuannya adalah menanamkan karakter religius sejak dini kepada para siswa. Penyisipan doa "Hasantukum Bilhayyi Qayyum" dalam rangkaian kegiatan ini menjadi hal yang istimewa, karena doa tersebut dibacakan sebagai upaya memohon penjagaan diri bagi seluruh warga madrasah dari berbagai mara bahaya dan penyakit.
Salah satu guru pembina keagamaan di MTsN 4 Bungo menjelaskan, "Kami ingin anak-anak memulai hari bukan hanya dengan kesiapan kognitif, tapi juga kesiapan spiritual. Melantunkan doa ini adalah bentuk penyerahan diri kita kepada Sang Pencipta agar hari yang dilalui menjadi manfaat."
Setiap pagi, sebelum bel masuk kelas berbunyi, para siswa duduk rapi dan membaca Al-Qur'an secara berjamaah. Setelah beberapa ayat dilantunkan, suasana menjadi lebih syahdu saat doa perlindungan tersebut dibacakan bersama-sama. Kebiasaan ini telah memberikan dampak positif bagi para siswa. Mereka mengaku merasa lebih tenang dan lebih siap menerima pelajaran setelah mengawali pagi dengan zikir dan mengaji.
Pihak madrasah berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi ini. Selain bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an, kegiatan ini juga diharapkan dapat membentuk benteng moral dan etika di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Dengan suara yang menyatu dan penuh penghayatan, tradisi pagi di MTsN 4 Bungo menjadi bukti bahwa pendidikan agama dan pendidikan formal dapat berjalan beriringan untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara iman.
Kegiatan ini juga memperkuat rasa kebersamaan di antara siswa dan guru. Dengan rutinitas spiritual yang dilakukan setiap hari, diharapkan para siswa dapat membawa nilai-nilai positif tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Tradisi ini menunjukkan komitmen madrasah dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga kuat dalam keimanan dan akhlak.
Penyunting : Anthon
Dok : Anthon
|
210x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...