
Bungo, (MTsN 4 Bungo)- Operator Keuangan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Bungo, M. Chairul Ardhani, S.Sos, mengikuti kegiatan Sosialisasi Rencana Penarikan Dana Anggaran (RPATA) Tahun Anggaran 2025 yang diadakan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Muara Bungo. Acara ini berlangsung di aula KPPN Muara Bungo pada Senin, 9 Desember 2025, dan dihadiri oleh operator keuangan serta perwakilan dari berbagai satuan kerja (Satker) mitra KPPN di wilayah Kabupaten Bungo.
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dan akuntabilitas dalam pelaksanaan anggaran tahun 2025. Dalam kegiatan tersebut, KPPN Muara Bungo menekankan pentingnya penyusunan RPATA yang akurat dan realistis. RPATA sendiri merupakan dokumen perencanaan yang memuat estimasi waktu dan jumlah penarikan dana yang akan dilakukan oleh Satker selama satu tahun anggaran. Penyusunan RPATA yang baik dinilai sangat penting untuk mendukung perencanaan kas yang efisien di tingkat nasional, membantu KPPN dan Kementerian Keuangan dalam memastikan ketersediaan dana pada saat yang tepat, serta meminimalkan dana menganggur.
"Penyusunan RPATA yang baik adalah kunci untuk mendukung perencanaan kas yang efisien di tingkat nasional. Ini membantu KPPN dan Kementerian Keuangan dalam memastikan ketersediaan dana pada saat yang tepat dan meminimalkan dana menganggur," ujar salah satu perwakilan dari KPPN Muara Bungo dalam acara tersebut.
M. Chairul Ardhani menyampaikan bahwa sosialisasi ini sangat penting sebagai bekal dalam menyusun dan mengelola rencana penarikan dana madrasah di tahun 2025. Ia menegaskan bahwa melalui sosialisasi ini, pihaknya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kebijakan dan prosedur terbaru terkait RPATA. MTsN 4 Bungo berkomitmen untuk segera menindaklanjuti hasil sosialisasi agar penyusunan RPATA 2025 dapat dilakukan secara optimal, sehingga program dan kegiatan madrasah dapat terlaksana tepat waktu dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kepala MTsN 4 Bungo juga menambahkan harapannya agar pengelolaan keuangan madrasah dapat berjalan lancar dan akuntabel di tahun mendatang. Ia berharap madrasah mampu meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam laporan keuangan, sebagai bentuk pertanggungjawaban yang baik terhadap pengelolaan dana publik.
Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Dalam sesi tersebut, para peserta diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung mengenai kendala teknis dan implementasi RPATA di unit kerja masing-masing. Sesi ini dimanfaatkan oleh peserta untuk memperdalam pemahaman dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan anggaran.
Penyunting : An
Dok : Dnf
|
35x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...