
Bungo, [MTsN 4 Bungo] - Kemarin (28/10). Suasana peringatan Hari Sumpah Pemuda di MTsN 4 Bungo tahun ini terasa semakin semarak dengan kehadiran majelis guru yang kompak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya siswa-siswi yang turut memeriahkan acara dengan busana tradisional, para guru pun tampil serempak mengenakan baju adat seperti adat melayu Jambi, Ulos Batak, Bundo Kanduang Minang, hingga Beskap Jawa.
Inisiatif mengenakan pakaian adat ini menjadi perhatian tersendiri di lingkungan sekolah. Para guru tampil anggun dan berwibawa, sekaligus memberikan contoh nyata pentingnya menghargai keberagaman budaya. Langkah ini tidak sekadar menjadi penyesuaian dress code, melainkan juga bagian dari upaya menanamkan nilai persatuan, toleransi, dan kecintaan terhadap budaya Nusantara kepada para siswa.
Kepala MTsN 4 Bungo menegaskan pentingnya keteladanan dalam proses pendidikan. "Keteladanan adalah metode pembelajaran terbaik. Dengan para guru memakai pakaian adat, kami menunjukkan bahwa keragaman adalah kekayaan yang harus kita banggakan dan lestarikan. Ini adalah pesan visual yang kuat tentang semangat Sumpah Pemuda," ujarnya.
Aksi para guru ini tidak hanya memperkuat suasana edukatif dan meriah selama peringatan Hari Sumpah Pemuda, tetapi juga menegaskan bahwa menjaga dan menghargai budaya Indonesia merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, para pendidik berharap dapat menanamkan semangat persatuan dan kebanggaan terhadap warisan budaya kepada seluruh peserta didik di MTsN 4 Bungo.

Penyunting : An
Dok : Ak
|
433x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...