
Bungo, (MTsN 4 Bungo) – Seni Kuda Lumping, salah satu warisan budaya lokal yang sarat nilai tradisi, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar MTsN 4 Bungo. Kesenian ini masih terus dilestarikan oleh masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal dan identitas budaya yang telah diwariskan turun-temurun.
Kuda Lumping, yang dikenal dengan gerakan energik dan iringan musik gamelan yang khas, sering ditampilkan dalam berbagai acara adat, termasuk perayaan Hari Santri, pernikahan, hingga syukuran desa. Seni ini melibatkan para penari yang mengenakan properti berbentuk kuda dari anyaman bambu, dengan gerakan yang menggambarkan keberanian dan semangat juang.
Kepala MTsN 4 Bungo, Bapak Ahmad Syarif, menyampaikan pentingnya melestarikan seni tradisional seperti Kuda Lumping. "Kesenian ini bukan hanya hiburan, tetapi juga cerminan nilai budaya yang kaya. Kami di MTsN 4 Bungo selalu mendukung pelestarian seni lokal agar generasi muda tidak melupakan akar budaya mereka," ujarnya.
Salah satu tokoh masyarakat yang juga pelaku seni Kuda Lumping menambahkan, "Kuda Lumping adalah simbol kebersamaan dan gotong royong masyarakat. Dengan melibatkan anak-anak muda, kami berharap tradisi ini tetap hidup dan terus berkembang."
Keberadaan seni Kuda Lumping di sekitar MTsN 4 Bungo juga menjadi inspirasi bagi siswa untuk lebih mengenal budaya lokal. Beberapa siswa bahkan tertarik untuk belajar seni ini sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan leluhur mereka.
Dengan terus dijaga dan dilestarikan, Kuda Lumping tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga menjadi media edukasi tentang pentingnya menghormati tradisi dan menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.
Penyunting ; An
Dok : Bhabinkamtibmas
|
457x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...