
Bungo (MTs N 4 Bungo)- Ada yang menarik pada kegiatan Peringatan Hari Amal bakti (HAB) Ke-79 di kantor kementerian Agama Kabupaten Bungo hari ini (19/12).
Dari sekian banyak mata cabang perlombaan yang dilombakan, salah satu adalah lomba memasang tekuluk tanpa cermin dan jarum atau peniti.
Kegiatan lomba diikuti oleh semua istri Kepala Seksi dan kepala madrasah yan berada di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bungo.
Tekuluk merupakan penutup kepala yang biasa digunakan oleh perempuan di Jambi. Tekuluk seringkali dipakai pada acara-acara tertentu seperti panen raya dan lain-lain. Seiring perkembangan waktu dan zaman, tekuluk juga sering dipakai saat kondangan atau resepsi pernikahan ataupun kegiatan sehari-hari.
Perlombaan bukan sekedar menilai kerapian memasang tekuluk saja, peserta lomba juga diminta untuk mampu menjelaskan di depan dewan juri dan para penonton filosofi tekuluk yang di pakai saat lomba.
Ibu Yuliati Kurniasari selaku ketua Dharma Wanita MTs N 4 Bungo dan peserta lomba menjelaskan filosopi tekuluk yang ia pakai, tekuluk yang saat ini saya pakai adalah tekuluk daun pinang, biasanya di gunakan pada saat acara adat dan acara resmi lainnya, jelasnya singkat.
ia berharap budaya memakai tekuluk selalu di lestarikan sebagai warisan budaya melayu di Provinsi Jambi.
Editor/Penyunting : An
Dok : Hesty
|
22375x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...