PENINGKATAN KETRAMPILAN
BERBICARABAHASA INGGRIS
MELAUI MODEL PEMBELAJARAN DEMONTRATION
BAGI SISWA KELAS IXC MTS NEGERI 4 BUNGO
TP 2019/ 2020
NIP.19720117 200604 2 015
MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 4 BUNGO
KECAMATAN PELEPAT ILIR
KABUPATEN BUNGO
PROVINSI JAMBI
TAHUN 2019
Halaman
HALAMAN JUDUL…………………………………………………………….. i
1.1 Ketrampilan Berbicara Bahasa Inggris. 5
2.1 Model pembelajaran Demonstration. 10
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN.. 13
3.1 Sasaran , tempat dan waktu. 13
3.2 Metode yang di gunakan. 13
Kemampuan berbahasa Inggris merupakan keharusan di era komunikasi dan globalisasi. Berkomunikasi adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya. Kemampuan berkomunikasi dalam pengertian yang utuh adalah kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis (Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi). Keempat keterampilan inilah yang digunakan untuk menanggapi atau menciptakan wacana dalam kehidupan bermasyarakat di era globalisasi.
Di era global seperti sekarang ini, akan semakin banyak perkembangan yang terjadi di negeri ini. Mulai dari perdagangan bebas, semakin banyaknya berdiri perusahaan-perusahaan asing di indonesia sehingga penggunaan bahasa internasional seperti bahasa inggris sudah sangat tersebar luas, tentunya untuk para calon entrepreneur dan pencari kerja sudah menjadi suatu keharusan untuk bisa menguasai bahasa Inggris agar bisa mengikuti perkembangan zaman di era globalisasi ini.
Hal ini menyiratkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam peningkatan kualitas bahasa Inggris sumber daya manusianya. Pendekatan yang masif dan pembangunan kesadaran akan peran bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang paling banyak digunakan di dunia merupakan hal yang dibutuhkan sebagai usaha untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Mempelajari bahasa ini bukan lagi menjadi satu kewajiban untuk mendapatkan nilai atau peringkat yang bagus di sekolah, namun juga sebagai pertahanan dalam menghadapi arus globalisasi yang kian menantang. Bahasa Inggris dapat membuka akses akan aset tanpa batas yang dibutuhkan oleh orang-orang di Indonesia.
Meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Dewasa ini, dengan kemudahan teknologi dan kompetisi yang semakin meningkat di sektor pendidikan komersil, seharusnya generasi penerus bangsa mempunyai banyak kesempatan untuk memperbaiki kualitas masing-masing. (Tips, 2020)
Departemen Pendidikan Nasional Indonesia memberlakukan pengajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Hal tersebut disebabkan Bahasa Inggris tidak digunakan sebagai bahasa pengantar resmi pemerintah Indonesia dan pembelajarannya dilaksanakan manakala seseorang telah menguasai bahasa ibunya atau Bahasa Indonesia (Hidayat, 1990). Mengingat tujuan akhir belajar Bahasa Inggris adalah mampu berkomunikasi, baik secara lisan dan tulisan, secara formal maupun non formal. Pengertian berkomunikasi dimaksudkan memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan serta mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya dengan menggunakan bahasa tersebut. Ada empat kemampuan berbahasa yang digunakan untuk berkomunikasi, antara lain mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.
Sebagai salah satu dari empat kemampuan berbahasa (the four language skills), kemampuan berbicara merupakan hal yang sangat penting, karena untuk menguasai suatu bahasa harus dimulai secara lisan atau ucapan karena bahasa lisan merupakan dasar dari penguasaan suatu bahasa.
Mengingat bahasa Inggris adalah bahasa International atau bahasa orang sedunia. Maka sangat penting sekali untuk bisa berbahasa tersebut. Di dalam bahasa Inggris terdapat beberapa bagian keterampilan, mulai dari speaking, reading, listening, structure or grammar etc. Nah, dari keempat skill atau kemampuan di atas semuanya adalah bagian terpenting dalam pembelajaran.
Nah, masalah yang umumnya terjadi adalah pada speaking atau kemampuan berbicara dengan bahasa Inggris. Perlu diingat belajar bahasa Inggris yang paling penting adalah praktik. Speaking merupakan bagian terpenting dalam bahasa Inggris karena ketika orang lain mengetahui kemampuan yang kita miliki dalam bahasa inggris adalah kemampuan berbicara atau speaking kita.
Tetapi, masalah yang sering muncul adalah tidak sedikit siswa sulit untuk berbicara bahasa Inggris, banyak alasan dari permasalahan tersebut. Masalah yang paling sering terjadi yaitu pelajar sering kali tidak lancar dalam berbicara bahasa Inggris, yaitu
a)Kurangnya kebiasaan untuk ngomong bahasa Inggris
b)Kurangnya rasa percaya diri
c)Merasa ragu , takut dan malu sehingga peserta didk sering kali kelihatan mikir terlebih dahulu apa yang akan dibicarakan
d)urangnya vocabulary yang dimiliki serta kurangnyarasa percaya diri peserta didik..
Masalah –masalah tersebut juga dijumpai pada siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Bungo kelas IXC Tahun Pelajaran 2019/2020 semester ganjil. Rendahnya ketrampilan/ kemampuan siswa berbicara bahasa inggris akan berdampak kepada rendahnya hasil belajar.
Dari permasalahan-permasalahan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa praktik adalah hal yang terpenting dalam speaking. Terbiasa berbicara bahasa Inggris dan rasa percaya diri serta penguasaan kosa akan membantu banyak permasalahan dalam speaking. Melalui model pembelajaran demontration diharapkan dapat menjadi solusi bagi siswa untuk melatih Berbicara Bahasa Inggris ( speaking).
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah dalam penulisan ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
Penulisan makalah ini bertujuan untuk:
Manfaat Penelitian ini antara lain:
Pengertian
Keterampilan berasal dari kata “terampil” yang artinya cakap, mampu, dan cekatan. Menurut Iverson (2001) keterampilan membutuhkan pelatihan dan kemampuan dasar yang dimiliki setiap orang agar dapat lebih membantu menghasilkan sesuatu yang lebih bernilai dengan lebih cepat.
Skill atau keterampilan adalah kemampuan untuk menggunakan akal, pikiran, ide dan kreatifitas dalam mengerjakan, mengubah maupun untuk membuat sesuatu yang lebih bermakna sehingga menghasilkan sebuah nilai dari hasil pekerjaan tersebut.
Selain itu skill juga dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menterjemahkan pengetahuan kedalam praktik sehingga akan tercipta kinerja yang diinginkan. Berikut beberapa pengertian keterampilan menurut para ahli:
Dari beberapa pengertian diatas, maka dapat disimpulkan skill adalah kemampuan untuk mengoperasikan suatu pekerjaan secara mudah dan cermat.
Menurut Robbins, keterampilan dibedakan menjadi 4 kategori:
Faktor-faktor yang mempengaruhi ketrampilan
Menurut Widyatun (2005), terdapat tiga faktor yang mempengaruhi keterampilan secara langsung.
1.Motivasi
Merupakan sesuatu yang dapat membangkitkan keinginan dalam diri seseorang untuk melakukan berbagai tindakan. Melalui motivasi ini seseoang akan terdorong untuk melakukan sesuai dengan prosedur yang sudah diajarkan.
2.Pengalaman
Melalui pengalaman dapat memperkuat kemampuan seseorang dalam melakukan sebuah tindakan (keterampilan). Pengalaman membangun seseorang untuk dapat melakukan tindakan-tindakan selanjutnya menjadi lebih baik dikarenakan telah melakukan tindakan-tindakan dimasa lampau.
3.Keahlian
Keahlian yang dimiliki seseorang akan membuat orang tersebut lebih terampil dalam melakukan keterampilan tersebut. Melalui keahlian yang dimiliki juga akan membuat seseorang mampu melakukan sesuatu sesuai dengan yang sudah diajarkan.
Sekarang ini, keterampilan itu menjadi hal yang sangat penting terutama bagi seseorang yang ingin bisa mencari pekerjaan. Beragam keterampilan serta juga pengalaman kerja juga turut menjadi sebuah penilaian tersendiri. Beberapa keterampilan yang biasanya diinginkan oleh perusahaan serta harus dimiliki oleh para pencari kerja ialah sebagai berikut:
Jadi kesimpulannya bahwa keterampilan ini kita sudah miliki dasarnya sejak kecil tinggal kita dapat mengasah secara terus menerus dengan tekun dan disiplin supaya dapat mencapai hasil yang maksimal.
A)Pengertian
Pengertian berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan (Tarigan, 2008:16). Pengertian tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa berbicara berkaitan dengan pengucapan kata-kata yang bertujuan untuk menyampaikan apa yang akan disampaikan baik itu perasaan, ide atau gagasan.
Definisi berbicara juga dikemukakan oleh Brown dan Yule dalam Puji Santosa, dkk (2006:34). Berbica adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi bahasa untuk mengekspresikan atau menyampaikan pikiran, gagasan atau perasaan secara lisan. Pengertian ini pada intinya mempunyai makna yang sama dengan pengertian yang disampaikan oleh Tarigan yaitu bahwa berbicara berkaitan dengan pengucapan kata-kata.
Haryadi dan Zamzani (2000:72) mengemukakan bahwa secara umum berbicara dapat diartikan sebagai suatu penyampaian maksud (ide, pikiran, isi hati) seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa lisan sehingga maksud tersebut dapat dipahami orang lain. Pengertian ini mempunyai makna yang sama dengan kedua pendapat yang diuraikan diatas, hanya saja diperjelas dengan tujuan yang lebih jauh lagi yaitu agar apa yang disampaikan dapat dipahami oleh orang lain. (Riadi, 2013)
b)Tujuan Berbicara
Tujuan utama berbicara adalah untuk berkomunikasi. Komunikasi merupakan pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Oleh karena itu, agar dapat menyampaikan pesan secara efektif, pembicara harus memahami apa yang akan disampaikan atau dikomunikasikan. Tarigan juga mengemukakan bahwa berbicara mempunyai tiga maksud umum yaitu untuk memberitahukan dan melaporkan (to inform), menjamu dan menghibur (to entertain), serta untuk membujuk, mengajak, mendesak dan meyakinkan (to persuade).
Gorys Keraf dalam St. Y. Slamet dan Amir (1996: 46-47) mengemukakan tujuan berbicara diantaranya adalah untuk meyakinkan pendengar, menghendaki tindakan atau reaksi fisik pendengar, memberitahukan, dan menyenangkan para pendengar. Pendapat ini tidak hanya menekankan bahwa tujuan berbicara hanya untuk memberitahukan, meyakinkan, menghibur, namun juga menghendaki reaksi fisik atau tindakan dari si pendengar atau penyimak.
Berdasarkan beberapa pendapat yang telah dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan berbicara yang utama ialah untuk berkomunikasi. Sedangkan tujuan berbicara secara umum ialah untuk memberitahukan atau melaporkan informasi kepada penerima informasi, meyakinkan atau mempengaruhi penerima informasi, untuk menghibur, serta menghendaki reaksi dari pendengar atau penerima informasi.
Bahasa Inggris merupakan bahasa yang digunakan sebagai media komunikasi dan sebagai bahasa Internasional pertama yang digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain di seluruh dunia.
Bahasa Inggris adalah bahasa yang berasal dari Inggris raya. Bahasa inggris merupakan kombinasi dari beberapa bahasa lokal yang sering dipakai oleh masyarakat Norwegia, Denmark, dan Anglo-Saxon pada abad ke-6 sampai abad ke-10 dulu. Hingga ditaklukkan Inggris oleh William the Conqueror pada tahun 1066, bahasa Inggris pun mulai sangat intensif mempengaruhi bahasa Latin juga bahasa Perancis. Dari seluruhan kosakata bahasa inggris modern, diperkirakan ±50% berasal dari bahasa Perancis dan Latin.
Saat ini, bahasa Inggris telah menjadi media komunikasi utama bagi masyarakat di berbagai negara di dunia, seperti Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Australia, New Zealand, Afrika Selatan, serta masih banyak lagi negara yang mejadikan bahasa inggris sebagai media komunikasi utama negara mereka.
Sebagai bahasa yang paling banyak dipakai di berbagai negara di dunia, bahasa inggris sudah dianggap sebagai bahasa resmi untuk dipakai di dunia internasonal. Bahasa yang juga hampir sama populernya seperti bahasa inggris adalah bahasa mandarin.
Bahasa Inggris termasuk rumpun bahasa-bahasa Anglo-Frisia pada cabang barat bahasa-bahasa Jerman, dan merupakan sebuah bahasa subfamili dari bahasa-bahsa Indo-Eropa.
Bahasa Inggris hampir mendekati bahasa Frisia, sedikit lebih luas dari bahasa Netherlandic (Belanda –Flemish) dan dialek Jerman tingkat rendah (Plattdeutsch), serta jauh dari bahasa Jerman Modern tingkat tinggi.
Saat ini, penggunaan bahasa inggris bukan digunakan sebagai penghubung bahasa komunikasi antar negara saja, tapi juga sudah mulai merambah ke berbagai bidang lain, contohnya media massa. Pada jaman yang telah modern ini, telah banyak media massa yang menggunakan bahasa inggris dalam mempublikasikan berita serta hal-hal unik lainnya. Untuk itulah sebagai bangsa yang ingin maju, kita juga harus sanggup berbicara dalam bahasa inggris agar jika suatu hari diperlukan, kita akan dengan mudah mengerti apa yang ingin disampaikan dunia.
Seiring dengan perkembangan jaman, manusia dituntut agar semakin dinamis dan peka terhadap perkembangan tersebut. Untuk meningkatkan kepekaan dan kedinamisannya, manusia mulai berpikir dan mencoba untuk membuat suatu terobosan diberbagai bidang. Sehingga pada akhirnya manusia tidak menjadi korban perubahan Zaman, tetapi mampu mengendalikan perubahan tersebut untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Dan semua itu hanya dapat dilakukan jika mempunyai bekal pendidikan dan pengetahuan.
Salah satu terobosan tersebut adalah dibidang pendidikan. Agar kedepannya proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan memberi banyak manfaat bagi kehidupan manusia, maka mulai muncul dan berkembang berbagai metode pembelajaran yang dikatakan dapat mempercepat penerimaan dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan. .Metode-metode tersebut salah satunya antara lain metode demonstrasi. Di sini kita akan membahas tentang metode pembelajaran demonstrasi.
Metode demonstrasi merupakan metode yang paling sederhana dibandingkan dengan metode-metode mengajar lainnya. Metode ini lebih sesuai untuk mengajarkan bahan-bahan pelajaran yang merupakan suatu gerakan-gerakan suatu proses maupun hal-hal yang bersifat rutin. Dalam demonstrasi diharapkan setiap langkah dari hal-hal yang didemonstrasikan itu dapat dilihat dengan mudah oleh murid dan melalui prosedur yang benar. Demonstrasi dilakukan bagi materi yang memerlukan peragaan atau percobaan. Dalam demonstrasi terutama dalam rangka pengembangan sikap, guru perlu merencanakan pendekatan secara lebih berhati-hati dan ia memerlukan kecakapan untuk mengarahkan motivasi dan cara berfikir siswa.
Metode demonstrasi ini merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan (Sanjaya, 2006: 52).
Menurut Muhibbin Syah (1995: 208), metode demonstrasi adalah cara pembelajaran dengan meragakan, mempertunjukkan atau memperlihatkan sesuatu di hadapan murid di kelas atau di luar kelas. (Roestiyah, 2001)
Sedangkan menurut Martnis Yamin(2003:65), penggunaan demonstrasi dapat diterapkan dengan syarat memiliki keahlian untuk mendemonstrasikan penggunaan alat atau melaksanakan kegiatan tertentu seperti kegiatan sesungguhnya. Keahlian mendemonstrasikan tersebut harus dimiliki oleh guru untuk kemudian siswa diberi kesepakatan untuk melakukan latihan/keterampilan seperti yang telah diperagakan oleh guru.
Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan metode pembelajaran demonstrasi dalam proses belajar mengajar adalah metode yang digunakan oleh seorang guru atau orang luar yang sengaja didatangkan atau murid sekalipun untuk mempertunjukkan gerakan-gerakan atau suatu proses dengan prosedur yang benar disertai keterangan-keterangan kepada seluruh siswa.
Dalam Modrl pembelajaran Demonstration terdapat kelebihan dan kekurangan, antara lain:
1.Kelebihan:
2.Kelemahan:.
Subjek langsung dalam penelitian ini adalah siswa-siswa yang belajar dikelas IX C Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Bungo yang diamati sebagai responden untuk pengambilan penilaian kemampuan berbicara, yang dipilih secara acak. Hal ini disebabkan keterbatasan waktu untuk penilaian.
Tempat pelaksanaan penelitian Best Parctice adalah di Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Bungo. Dan waktu pelaksanaannya sesuai dengan dengan jadwal mengajar yaitu pada tanggal 25 Oktober 2019 dan 28 Oktober 2019.
3.1.3 Kondisi awal
Siswa Kelas IX C MTs Negeri 4 Bungo berjumlah 26 orang yang terdiri dari 12 orang laki-laki dan 14 orang perempuan. Dalam setiap kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris selalu diupayakan semaksimal mungkin menggunakan bahasa inggris sebagaia bahasa komunikasi walaupun kadang masih di terjemahkan (translate) ke dalam bahasa Indonesia. Namun dari 26 siswa tersebut hanya 38,46% siswa yang dapat dan mau merespon dengan menggunakan bahasa Inggris, yaitu berjumlah 10 orang. Sedangkan yang tidak bisa dan tidak mau merespon berjumlah 6 orang atau 23,1%. Selebihnya mau mersepon tetapi menggunakan bahasa Indonesia.
Adapun alasan mereka yang tidak mau merepon dan yang merespon menggunakan bahasa Indonesia adalah, karena kurang percaya diri, malu , takut salah dan memang merasa kurang mampu.
Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran demonstration, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Pertemuan Pertama
Pertemuan kedua
Tahap perencanaan merupakan tahap awal yang berupa kegiatan untuk menentukan rencana yang akan dilakukan oleh peneliti untuk memecahkan masalah yang akan dihadapi di lapangan saat melakukan penelitian.
Setelah mengidentifikasi masalah,maka penulis:
a)Memilih metode yang sesuai.
b)Menentukan langkah-langkah kegiatan
c)Menentukan jadwal pelaksanaan
d)Mempersiapkan alat dan bahan .
e)menyiapkan lembar observasi
Observasi atau pengamatan langsung keadaan dan situasi di lapangan sebelum melakukan tindakan. Observasi dilakukan oleh peneliti yang sekaligus guru matapelajaran bahasa inggris kepada siswa kelas IX C.
Obserservasi yang dilakukan berkaitan dengan kondisi kesiapan sikap mental siswa, keadaan ekonomi dan kemampuan akademik.
Penulis menerapkan model pembelajaran demonstration dalam materi pelajaran procedure text .Penulis memmilih materi tersebut karena di pandang kompleksitasnya lebih rendah sehingga bisa di sesuaikan dengan intake peserta didik. Dan materi tersebut bisa di sajikan dengan lebih enjoy tanpa penekanan. Lagi pula dalam meteri procedure text menyajikan langkah –langkah kegiatan . sehingga peserta didik akan lebih mudah dalam beraksi melalui model pembelajaran demonstrstion secara langsung.
Adapaun tindakan yang penulis lakukan adalah:
Pertemuan pertama
Setelah membuka pertemuan, berdo’a, apersepasi dan memotivasi, dan mengecek kesiapan peserta didik, Menyampaiakan tujuan pembelajaran, menjelaskan materi pelajaran , penulis memulai dengan mendemontrasikan Bagaimana cara membuat secangkir kopi didepan kelas.
“How to make a cup a coffee”
To make a cup of coffee, we need, sugar (sambil menunjukkan gula),coffee powder ( menunjukkan bubuk kopi), hot water (menujukan air panas), a cup ( menunjukkan sebuah cangkir )and a spoon (menujuukan sebuah sendok).
Selanjutnya penulis mengambil satu sendok gula dan di masukkan ke dalam gelas sambil mengatakan(first, add a spoon full of sugar into the cup), kemudian mengambil setengah sendok kopi bubuk dan di masukkan ke dalam cangkir yang sama sambil mengatakan ( then, add a half spoon of coffee powder into the cup), setelah itu penlis menuangkan air panas ke dalam cangkir dengan perkataan (after that, pour hot water into the cup), terakhir penulis mengaduk isi cangkir dengan sebuah sendok sambil mengatakan (finally, mix it with a spoon),a cup of coffee ready to drink. Hmmm.yummmy.(segelas kopi siap untuk di minum. Hmm.Nikmat)
Perkataan penulis berbahasa inggris tersebut kemudian di tulis di papan tulis, dan menjelaskan tentang kalimat imperative.
Pada pertemuan pertama tersebut peserta didik benar-benar menikmati pertunjukan demontrasi. Mereka mengikuti dengan rasa senang , bahkan ada yang ingin mencoba saat itu juga.
Akhir pertemuan pertama ,penulis membagi kelas dalam kelompok yang terdiri dari 2-3 orang . Tujuan pembagian keompok adalah untuk membangun rasa percaya diri siswa. Lalu meminta peserta didik dalam kelompok untuk merencanakan (membuat program) serta menyiapkan alat dan bahan apa yang akan di demonstrasikan pada pertemuan selanjutnya.
Pertemuan kedua
Pada pertemuan ini penulis tetap melaksanakan langkah-langkah pembelajaran seperti, berdoa, apersepsi dan motivasi, membangun rasa percaya diri siswa, menyampaikan tujuan pembelajaran, mengecek kesiapan dan persiapan siswa termasuk mengatur tempat duduk serta alat dan bahan yang akan di demontrasikan.
Setelah masing-masing kelompok mmperoleh tiket undian , selanjutnya penulis meminta siswa secara berkelompok sesuai dengan nonor tiketnya untuk mendemontrasikan bagaimana cara membuat sesuatau tergantung dari tema masing –masing kelompok dengan alat dan bahan yang mereka persiapkan sendiri.
Nonor undian pertama mendemontrasikan bagaimana cara membuat secangkir teh.Alat dan bahan yang mereka gunakan adalah satu sacet the celup, gula pasir , air panas, sebuah cangkir dan sebuah sendok. Siswa pertama membuka kegiatan dan memulai dengan menggunakan bahasa inggris sambil mendemontrasikan langkah-langkah membuat secangkir the. Siswa kedua melanjutkan demontrasi sampai cecangkir the siap di hidangkan serta menutup kegiatan demontrasi mereka dengan menggunakan bahasa inggris, persis seperti yang penulis demontrasikan pada pertemuan pertama.
Penulis memberikan apresiasi kepada kelompok tersebut walaupun pengucapan (pronouciation)nya masih kurang sempurna. Tepuk tangan meriah juga di berikan oleh kelompok yang lain.
Demontrasi dilanjutkan oleh kelompok nomor undian dua, mereka mendemontrasikan bagaimana cara membuat kapal dari kertas. Mereka menggunakan bahan satu lember kertas. Mereka melakukannya sama seperti kelompok sebelumnya.
Kegiatan demontrasi berlanjut sampai semua kelompok kebagian waktu dan dapat melakukan demontrasi dengan baik. Mereka melakukan demontrasi dengan senang dan penuh rasa percaya diri. Meskipun pengucapan (pronounciation) mereka masih banyak yang kurang tepat.
Penulis mengamati, mengapresiasi dan memberi penilaian terhadap kegiatan tersebut. Lalu penulis menutup kegiatan pembelajaran dengan memberikan pujian dan acungan jempol kepada semua siswa tanpa menyebutkan kesalahan atau kekurangan mereka.
Setelah melaksanakan aksi demonatrasi, para siswa sudah memeiliki rasa percaya diri, sehingga memiliki kemauan dan termotivasi untuk membiasakan diri berbicara berbahasa inggris, khususya pada saat belajar bahasa inggris, kepada guru bahasa inggris dan kepada teman-temannya.
Dan tetap di anjurkan untuk selalu mengguanakannya dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah di rumah maupun di masyarakat.
Berdasarkan Hasil penelitian , diperoleh data sebagaimana tertera dalam table berikut :
Tabel Tentang keadaan siswa selama kegiatan pembelajaran bahasa inggris serta persentase kenaikan dan penurunan jumlah sebelum dan sesudah penelitian.
|
NO |
KEADAAN SISWA |
DATA AWAL (sebelum) |
DATA AKHIR (sesudah) |
PERSENTASE KENAIKAN/ PENURUNAN |
||
|
Jumlah |
Persentase |
Jumlah |
Persentase |
|||
|
1 |
Siswa yang mau merespon Menggunakan bahasa inggris |
10 |
38,46% |
18 |
69,23% |
Naik 30,77 % |
|
2 |
Siswa yang merespon tetapi menggunakan bahasa indonesia |
10 |
38,46% |
8 |
30,77% |
Turun, 7,69% |
|
3 |
Siswa yang tidak mau merespon |
6 |
23,1 % |
0 |
0% |
Turun 23,1 % |
Sebelum di lakukan penelitaian, jumlah siswa kelas IX C yang mau merespon dengan menggunakan bahasa Inggris berjumalh 10 orang dari 26 siswa Atau 38,46 %. Siswa yang merespon tetapi menggunakan bahasa Indonesia berjumlah 10 orang sedang kan siswa tang tidak mau pmerespon adalah 6 orang. Atau 23,1 %
Setelah di lakukan perbaikan yaitu dengan melakukan aksi demontrasi, terjadi kenaikan yang cukup mengembirakan. Yaitu 69, 23% siswa yang mau merespon dengan menggunakan bahasa inggris . in artinya mengalami peningkatan sebesar 80 % dari sebelumya. Sedangkan siswa yang yang merespon dengan menggunakan bahasa Indonesia mengalami penurunan sebesar 20 % , atau 8 oang daro 10 orang pada data awal. Dan yang lebih menggembirakan lagi adalah siswa yang semula tidak mau merespon sama sekali , mengalami penurunan sebesar 100%. Yang artinya dari 26 siswa kelas IX C sudah mau merespon walaupun dengan pengucapan ( pronounciation) dan kosa kata (Vocabilary) serta struktur bahasa yang kurang tepat.
Dan dengan aktifnya mereka menggunakan bahasa inggris dalam kehidupan sehari –hari telah membuktikan bahwa mereka sudah memiliki rasa percaya diri, tidak takut salah dan malu lagi.
Ini menunjukaan bahwa penerapan model pemebelajaran Demonstration di samping dapat membangun rasa percaya diri juga dapat meningkatkan ketrampilan berbicara bahasa inggris siswa kelas IX C MTs N 4 Bungo.
3.3.5.Faktor Pendukung Dan Penghambat
Dalam pelaksanaan best practice ini penulis di dukung oleh beberapa factor, di antaranya adalah:
b)Faktor penghambat.
3.3.6. Tindak lanjut
Setelah melihat hasil penelitian yang cukup memggembirakan, maka di harapkan penerapan model pembelajaran demonstrasi tersbut dapat pula di terapakan pada kegiatan pembelajaran yang berbeda, atau di terapkan pada mata pelajaran yang lain. Dan tidak menutup kemungkinan untuk di adakan kompetesi dalam kegiatan aksi demonstrasi berbahasa inggris.
Kegiatan aksi demonstrasi yang dilakukan secara berkelompok dapat membangun rasa percaya diri dan lebih komunikatif, sehingga siswa mulai terbiasa berbicara bahasa inggris khususnya pada kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran bahasa Inggris , kepada guru bahasa inggris dan teman –temanya.
Model pembelajaran demonstration dapat meningkatkatkan ketrampilan berbicara bahasa inggris siswa kelas IXC MTs N 4 Bungo dengan lebih baik di bandingakan sebelumnya. Yang semula hanya 10 siswa yang mau dan mampu merespon dengan menggunakan bahasa inggris meningkat menjadi 18 0rang. Ini artinya terjadi kenaikan sebesar 80 %. Sedangkan yang awlanya tidak mau merepon terdapat 6 orang maka setelah melakukan aksi demonstrasi semua aktif dan mau merespon meskipun penguvapan (pronounciation) dan strukturnya bahasa kurang tepat.
Jdi jelaslah bahwa model pembelajaran demonstration dapat membangun rasa percaya diri peserta didik , sehingga siswa terbiasa menggunakan bahasa inggris dalam percakapan sehari –hari.
Model pembelajaran demonstration juga dapat meningkatkatkan ketrampilan berbicara bahasa inggris siswa kelas IX MTs N 4 Bungo dengan lebih baik di bandingakan sebelumnya. Karena dengan rasa percaya diri yang sudah terbangun dan kebiasaaan berbicara bahasa inggris yang sudah terbentuk maka tercipta suasana yang komunikatif baik antar siswa maupun antara siswa dengan guru dan orang-orang di sekitarnya.
Dalam proses belajar, tentu tidak terlepas dari tujuan pembelajaran. Untuk itu dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran ,pemilihan metode atau strategi pembelajaran sangat penting. Dan pemilihan metode atau model pembelajaran tersebut hendaknya sesuai dengan materi dan tujuan yang hendak di capai.
Elizaberth, E. (2017, nov 6). Retrieved nov 2, 2019, from https://www.cekkembali.com/pengetahuan-vs-keahlian/
Ibeng, P. (2020, November 27). Retrieved Novemebr 2, 2019, from https://pendidikan.co.id/pengertian-keterampilan-macam-contoh-dan-men
majid, A. (2015). In Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Roda Karya.
Riadi, M. (2013, Juni 03). Retrieved November 3, 2019, from https://www.kajianpustaka.com/2013/06/pengertian-tujuan-dan-tes-kemampuan.html
Roestiyah. (2001). In Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka cipta Sagala.
Tips, t. (2020, April 6). Retrieved November 3, 2019, from Educationb Advice: https://www.ef.co.id/englishfirst/kids/blog/pentingnya-belajar-bahasa-inggris-untuk-masa-depan/
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...