
Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Bungo, Ahmad Syarif, S.Pd.I, secara resmi menginstruksikan seluruh guru di lingkungan sekolahnya untuk mendalami dan menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari program yang digagas oleh Menteri Agama Republik Indonesia, dengan tujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih humanis dan religius di madrasah.
Ahmad Syarif menegaskan bahwa seluruh tenaga pendidik di MTsN 4 Bungo diwajibkan membekali diri dengan kompetensi yang sesuai melalui pelatihan resmi yang telah disediakan pemerintah. Ia menekankan pentingnya pendalaman KBC agar dapat segera diimplementasikan dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Dalam arahannya, Ahmad Syarif meminta para guru untuk segera mengikuti pelatihan daring yang difasilitasi oleh Kementerian Agama melalui platform PINTAR. "Saya instruksikan kepada seluruh tenaga pendidik tanpa terkecuali untuk segera mengakses laman pintar.kemenag.go.id. Gunakan fasilitas tersebut untuk memahami filosofi dan teknis penerapan Kurikulum Berbasis Cinta ini secara utuh," ujar Ahmad Syarif.
Kurikulum Berbasis Cinta menitikberatkan pada pendekatan kasih sayang, empati, dan penguatan karakter siswa. Melalui pendekatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik. Ahmad Syarif berharap, dengan penerapan KBC, metode mengajar para guru akan lebih menekankan nilai-nilai kemanusiaan dan religiusitas.
Instruksi yang diberikan kepada para guru meliputi beberapa poin utama. Pertama, seluruh guru diwajibkan segera melakukan registrasi pada platform PINTAR Kemenag. Kedua, guru harus menyelesaikan setiap modul pelatihan KBC sesuai jadwal yang telah ditentukan. Ketiga, hasil pelatihan tersebut diharapkan langsung dipraktikkan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas masing-masing.
Ahmad Syarif juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi bagi para guru di era digital saat ini. Menurutnya, pemanfaatan e-learning seperti melalui laman PINTAR merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. Ia berharap MTsN 4 Bungo dapat menjadi pelopor dalam penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di Kabupaten Bungo, serta menjadi madrasah yang unggul dan humanis.
Dengan kebijakan ini, Ahmad Syarif berharap seluruh guru dapat beradaptasi dengan perubahan kurikulum dan terus meningkatkan kompetensi diri. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan implementasi KBC sangat bergantung pada komitmen dan kesungguhan para pendidik dalam mengikuti pelatihan serta menerapkan hasilnya dalam proses pembelajaran.
Penyunting : Anthon
Sumber : Pintar.kemenag.go.id
|
306x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...