
Bungo, (MTsN 4 Bungo)-Setelah libur panjang Idul Fitri 1446 Hijriah, suasana ceria tampak mewarnai lingkungan MTsN 4 Bungo. Para siswa kembali ke madrasah dengan semangat baru, namun kali ini mereka disambut dengan kegiatan yang berbeda dari biasanya. Pada hari pertama masuk sekolah, siswa tidak langsung mengikuti pelajaran formal, melainkan diajak untuk mengenal dan mempelajari Pegon Melayu Jambi, sebuah tradisi literasi lokal yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.
Kegiatan belajar Pegon Melayu Jambi ini berlangsung dari siang hingga sore hari. Program ini menjadi sarana transisi yang positif bagi para siswa untuk mengembalikan fokus belajar setelah menikmati waktu bersama keluarga selama libur Lebaran. Melalui kegiatan ini, madrasah ingin menanamkan kembali nilai-nilai budaya dan sejarah daerah kepada generasi muda, khususnya di Kabupaten Bungo.
Pegon merupakan sistem tulisan yang mengadaptasi aksara Arab untuk menuliskan bahasa Melayu atau Indonesia. Aksara ini memiliki peran penting dalam sejarah dakwah dan persuratan di Jambi. Dengan mengenalkan kembali Pegon kepada siswa, MTsN 4 Bungo berupaya agar generasi muda tidak melupakan akar budaya dan warisan para ulama serta leluhur di daerah tersebut.
"Kami ingin para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki akar budaya yang kuat. Mempelajari Pegon adalah cara kita menjaga warisan ulama dan leluhur Jambi," ujar salah satu tenaga pendidik di sela-sela kegiatan. Pernyataan ini menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi.
Meskipun kegiatan berlangsung hingga sore hari dan cuaca cukup terik, para siswa tetap menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka dengan tekun mengikuti arahan guru pembimbing, belajar menulis huruf Pegon, serta mencoba membaca naskah kuno dan teks keagamaan lokal. Selain itu, siswa juga berlatih menulis kreatif dengan menyalin puisi atau petuah bijak menggunakan aksara Pegon. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan menulis, tetapi juga memperkaya wawasan siswa tentang budaya daerah.
Beberapa agenda utama dalam kegiatan ini meliputi pengenalan kaidah penulisan huruf Pegon standar Jambi, latihan membaca naskah kuno, serta praktik menulis kreatif. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan keterampilan yang diperoleh.
MTsN 4 Bungo berharap, melalui kegiatan ini, dapat tercipta generasi yang moderat dan mencintai identitas daerahnya. Kegiatan yang dimulai tepat setelah Idul Fitri ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat baru dalam menuntut ilmu, khususnya yang berkaitan dengan adab dan budaya lokal. Semangat kesucian dan kemenangan Lebaran diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk lebih giat belajar dan menjaga nilai-nilai luhur daerahnya.
Dengan langkah ini, MTsN 4 Bungo menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada kurikulum nasional, tetapi juga pada penguatan karakter berbasis kearifan lokal. Melalui program seperti ini, madrasah berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran budaya dan identitas yang kuat.
Penyunting : Anthon
Dok : Andi K
|
16x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...