
Bungo, (MTsN 4 Bungo)- Lebih dari 3 Tahun MTsN 4 Bungo menerapkan sistem pembelajaran sehari penuh atau Full Day School. Kebijakan ini membawa perubahan signifikan dalam rutinitas harian para siswa, terutama siswi, yang kini terbiasa membawa bekal makan siang serta perlengkapan ibadah dari rumah setiap hari.
Berdasarkan pantauan di lingkungan madrasah, para siswi menunjukkan antusiasme dalam menyesuaikan diri dengan jadwal baru tersebut. Sejak pagi, mereka terlihat membawa tas tambahan berisi wadah makanan dan mukena. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi dan pelaksanaan ibadah berjalan lancar selama mereka berada di madrasah hingga sore hari.
Kepala MTsN 4 Bungo menjelaskan bahwa penerapan Full Day School bertujuan mengoptimalkan pembentukan karakter siswa serta memperdalam materi akademik dan keagamaan. Ia menambahkan, "Dengan membawa bekal sendiri, para siswi tidak hanya belajar hidup hemat, tetapi juga menjamin kebersihan dan kesehatan makanan yang mereka konsumsi. Selain itu, membawa perlengkapan shalat sendiri menjamin kesucian dan kenyamanan mereka saat melaksanakan shalat Dzuhur dan Ashar berjamaah di mushalla."
Suasana kebersamaan semakin terasa saat jam istirahat. Para siswi biasanya berkumpul di selasar kelas atau di kantin yang bersih untuk makan bersama. Tradisi baru ini dinilai mampu mempererat hubungan antar-siswi sekaligus membantu mengurangi sampah plastik di lingkungan madrasah, karena penggunaan wadah makan yang dapat dipakai ulang.
Salah seorang siswi mengungkapkan bahwa pada awalnya ia merasa berat dengan jadwal sekolah yang lebih panjang. Namun, seiring waktu, ia merasa senang karena dapat menghabiskan lebih banyak waktu produktif bersama teman-temannya di sekolah. Hal ini menunjukkan adanya proses adaptasi yang positif dari para siswa terhadap perubahan sistem belajar.
Penerapan Full Day School di MTsN 4 Bungo diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter siswa. Selain itu, kebiasaan membawa bekal dan perlengkapan ibadah sendiri juga diharapkan dapat menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap lingkungan di kalangan siswa dan siswi. Dengan perubahan ini, pihak sekolah berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, religius, dan ramah lingkungan.
Penyunting : Anthon
Dok : Anthon
|
184x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...