
Bungo, (MTsN 4 Bungo)-Pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 H di Masjid Jami' Baitusshalihin, yang terletak di Desa danau Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo, berlangsung dengan suasana yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada momen kali ini, warga setempat merasa bangga karena khatib yang memimpin khutbah adalah putra daerah sendiri, Anton Suwarjo, S.Pd.I., yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala MTsN 4 Bungo.
Anton Suwarjo dipercaya oleh tokoh masyarakat dan pengurus masjid untuk menjadi khatib pada hari kemenangan tersebut. Keputusan ini disambut hangat oleh warga, terutama karena Anton dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bungo.
Salah satu hal yang membuat suasana salat Idul Fitri tahun ini terasa lebih khidmat adalah penggunaan Bahasa Melayu Jambi dalam khutbah. Anton Suwarjo memilih menyampaikan pesan-pesan keagamaan menggunakan bahasa daerah, bukan sepenuhnya bahasa Indonesia formal. Pilihan ini menciptakan kedekatan emosional antara khatib dan ribuan jemaah yang memenuhi masjid hingga ke pelataran.
Penggunaan Bahasa Melayu Jambi dalam khutbah memberikan nuansa lokal yang kuat. Diksi-diksi khas daerah tersebut sarat akan makna filosofis dan nilai-nilai kearifan lokal, sehingga pesan yang disampaikan terasa lebih membumi dan mudah diterima oleh masyarakat. Banyak jemaah yang mengaku terharu dan merasakan pesan yang disampaikan langsung menyentuh hati mereka.
Dalam khutbahnya, Anton Suwarjo menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan saling memaafkan di antara warga. Ia mengingatkan agar masyarakat membuang jauh rasa dendam dan mempererat tali persaudaraan, terutama setelah sebulan penuh menjalani ibadah Ramadan. Selain itu, ia juga mengetuk hati jemaah untuk tetap peduli kepada kaum dhuafa dan tidak melupakan asal-usul, terutama bagi para perantau yang pulang ke kampung halaman.
"Suasana jadi sangat haru. Saat beliau menyampaikan pesan dalam bahasa kita (Melayu Jambi), rasanya nasihat itu langsung meresap ke hati. Banyak jemaah yang tidak kuasa menahan air mata," ujar salah seorang warga yang hadir dalam salat Idul Fitri tersebut.
Kehadiran Anton Suwarjo sebagai khatib Idul Fitri di kampung halamannya menjadi kebanggaan tersendiri bagi MTsN 4 Bungo. Hal ini menunjukkan bahwa tenaga pendidik di madrasah tersebut tidak hanya berperan di lingkungan sekolah, tetapi juga aktif berkontribusi di tengah masyarakat. Keterlibatan Anton di tengah warga menjadi contoh nyata peran guru sebagai panutan dan sumber inspirasi.
Momen Idul Fitri tahun ini di Masjid Jami' Baitusshalihin dipandang sebagai salah satu yang paling berkesan. Penggunaan bahasa ibu dalam khutbah mempererat hubungan antara khatib dan jemaah, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal di tengah masyarakat Bungo.
Penyunting : EL
Dok : Yanto
|
217x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...