
Bungo, (MTsN 4 Bungo)- Selama bulan suci Ramadhan tahun ini, MTsN 4 Bungo menerapkan kebijakan baru terkait busana bagi seluruh warga sekolah. Mulai dari guru, pegawai, hingga siswa, diwajibkan mengenakan pakaian khas Islami berupa baju kurung dan kain sarung selama Ramadhan. Kebijakan ini diambil untuk menghormati kesucian bulan Ramadhan sekaligus memperkuat identitas lokal yang religius di lingkungan pendidikan.
Menurut pihak madrasah, penggunaan baju kurung untuk perempuan dan kain sarung untuk laki-laki diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih tenang dan religius. Kepala MTsN 4 Bungo menjelaskan bahwa aturan berbusana ini bertujuan untuk menyatukan semangat ibadah dengan pelestarian budaya Melayu Jambi yang sarat dengan nilai-nilai Islam. Ia menegaskan, "Ramadhan adalah bulan yang istimewa. Kami ingin menciptakan lingkungan yang mendukung kekhusyukan tersebut. Dengan mengenakan baju kurung dan sarung, kita tidak hanya menjalankan instruksi, tetapi juga belajar menghargai identitas kita sebagai insan yang beradab dan religius."
Kebijakan busana ini berlaku penuh selama hari kerja dan selama kegiatan Pesantren Ramadhan berlangsung. Secara teknis, siswa laki-laki dan guru pria diwajibkan mengenakan baju koko atau baju kurung yang dipadukan dengan kain sarung dan peci. Sementara itu, siswi dan guru wanita mengenakan baju kurung khas daerah atau busana muslimah yang rapi serta menutup aurat dengan sempurna. Untuk pegawai tata usaha, penyesuaian dilakukan dengan seragam yang telah ditetapkan, namun tetap berbasis busana muslimah atau sarung sesuai ketentuan.
Kebijakan ini mendapat respon positif dari warga madrasah, termasuk para orang tua dan siswa. Selain memberikan kesan rapi dan kompak, penggunaan kain sarung juga dinilai memudahkan siswa dan guru saat melaksanakan shalat dhuha dan dzuhur berjamaah di mushalla madrasah. Mereka tidak perlu repot berganti pakaian sebelum beribadah, sehingga waktu dapat dimanfaatkan lebih efisien.
Dengan adanya perubahan penampilan ini, MTsN 4 Bungo berharap semangat Ramadhan tidak hanya tercermin dari aktivitas ibadah, tetapi juga dari perilaku dan penampilan sehari-hari yang lebih sopan dan sederhana. Pihak sekolah menilai, langkah ini sekaligus menjadi upaya untuk menanamkan nilai-nilai budaya dan agama kepada seluruh warga madrasah, sehingga suasana Ramadhan dapat dirasakan secara menyeluruh di lingkungan pendidikan.
Penyunting : Anthon
Dok : Andi K
|
218x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...