
Bungo, (MTsN 4 Bungo)- Tengah menghadapi tantangan serius terkait keterbatasan ruang kelas. Lonjakan jumlah siswa dalam beberapa tahun terakhir tidak diimbangi dengan penambahan ruang kelas yang memadai. Akibatnya, pihak madrasah terpaksa mengambil langkah darurat dengan mengalihkan sebagian pelaksanaan ujian semester atau ujian akhir ke musala mushalla.
Setiap ruang kelas yang tersedia saat ini telah digunakan secara maksimal untuk kegiatan belajar mengajar harian. Ketika masa ujian tiba, kebutuhan akan ruang yang steril dan jarak antar peserta yang cukup menjadi kendala tersendiri. Karena keterbatasan ruang, madrasah memanfaatkan fasilitas non-kelas seperti musala agar ujian tetap dapat berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar pengawasan.
Perwakilan MTsN 4 Bungo menyatakan bahwa kondisi ini memang kurang ideal. "Kami akui kondisi ini kurang ideal. Pemanfaatan musala sebagai ruang ujian adalah langkah terpaksa untuk memastikan ujian tetap berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar pengawasan. Kami sangat berharap adanya bantuan dari pihak terkait untuk penambahan ruang kelas," ujar pihak madrasah.
Musala yang biasanya digunakan untuk kegiatan ibadah dan pengajian kini difungsikan ganda sebagai ruang ujian sementara. Pihak sekolah berupaya menjaga suasana ujian tetap kondusif dengan menata meja dan kursi, serta memastikan kebersihan dan ketenangan selama ujian berlangsung. Namun, penggunaan musala sebagai ruang ujian menambah beban pada fasilitas yang seharusnya difokuskan untuk kegiatan keagamaan.
Kondisi ini juga berdampak pada efektivitas kegiatan belajar mengajar. Beberapa kelas harus menggunakan ruang yang kurang standar atau bahkan bergantian waktu pakai, sehingga proses pembelajaran menjadi kurang optimal. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan guru, siswa, dan orang tua mengenai kualitas pendidikan di MTsN 4 Bungo.
Pihak madrasah berharap pemerintah, khususnya Kementerian Agama Wilayah setempat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bungo, dapat segera memberikan perhatian terhadap kebutuhan pembangunan ruang kelas baru. Penambahan minimal tiga sampai empat ruang kelas sangat dibutuhkan untuk mengatasi kepadatan siswa dan mengembalikan fungsi musala sebagai tempat ibadah.
Warga madrasah berharap agar pada tahun ajaran berikutnya, seluruh kegiatan akademik, termasuk pelaksanaan ujian, dapat dilaksanakan di ruang kelas yang layak dan memadai. Dengan demikian, fungsi musala sebagai pusat kegiatan ibadah dapat kembali dijalankan sebagaimana mestinya tanpa harus terganggu oleh aktivitas lain.
Penunting : An
Dok : Andi K
|
156x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...