
Bungo (MTsN 4 Bungo)-Siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Bungo mengikuti ujian praktik menulis aksara Pegon atau Arab Melayu Jambi setelah menyelesaikan pembelajaran selama satu semester. Ujian ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam melestarikan aksara tradisional sekaligus memperkuat warisan budaya lokal di lingkungan pendidikan.
Ujian praktik tersebut dilaksanakan pada akhir semester di lingkungan sekolah. Berbeda dari ujian tertulis pada umumnya, siswa diminta untuk menyalin atau menulis ulang teks berbahasa Indonesia ke dalam aksara Pegon secara tepat dan benar. Penilaian dilakukan untuk mengukur sejauh mana siswa memahami dan menguasai teknik penulisan aksara Pegon setelah mendapatkan pembelajaran selama enam bulan.
Aksara Pegon sendiri merupakan modifikasi dari aksara Arab yang digunakan untuk menulis bahasa-bahasa di Nusantara, khususnya Melayu. Modifikasi ini dilakukan dengan menambahkan beberapa huruf agar sesuai dengan fonem lokal, seperti ca, nga, ga, nya, dan pa. Di Provinsi Jambi, aksara Pegon memiliki peran penting dalam sejarah, terutama dalam penulisan naskah kuno, kitab keagamaan, serta dokumen adat yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.
Menurut salah satu guru atau wakil kepala kurikulum MTsN 4 Bungo, antusiasme siswa selama proses pembelajaran sangat tinggi. "Kami melihat antusiasme yang tinggi dari siswa selama satu semester ini. Ujian praktik ini bukan sekadar menilai nilai, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap aksara leluhur mereka," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kemampuan menulis Pegon menjadi modal penting bagi siswa untuk memahami khazanah keilmuan Islam dan budaya Melayu Jambi.
MTsN 4 Bungo tidak hanya fokus pada pengajaran mata pelajaran modern seperti Informatika, tetapi juga menyeimbangkan kurikulum dengan muatan lokal. Pembelajaran aksara Pegon dirancang agar siswa mampu membaca dan menulis aksara tersebut, sehingga mereka tetap terhubung dengan akar budaya mereka di tengah perkembangan zaman.
Hasil ujian praktik ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan literasi terhadap aksara tradisional. Selain itu, sekolah berharap upaya ini dapat memastikan keberlanjutan warisan penulisan Arab Melayu di Jambi, meskipun tantangan modernisasi semakin besar. Dengan demikian, generasi muda diharapkan tetap mengenal dan melestarikan kekayaan budaya lokal yang menjadi bagian penting dari identitas daerah mereka.

Penyunting : An
Dok : Andi K
|
298x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...