
Bungo, (MTsN 4 Bungo)- Wakil Kepala Bidang kurikulum MTsN 4 Bungo, Ibu Sri Mukmini, S. Ag,. menekankan pentingnya kedekatan emosional antara guru dan siswa sebagai bagian dari strategi kurikulum inovatif. Wakil Kepala Bidang Kurikulum MTsN 4 Bungo menyatakan bahwa hubungan yang akrab antara guru dan siswa dapat mendorong keterbukaan siswa dalam proses belajar serta menjaga kesehatan mental mereka.
Menurut penjelasan Wakil Kepala Kurikulum, pendekatan yang terlalu formal sering kali menciptakan jarak antara guru dan siswa. Hal ini menyebabkan siswa enggan untuk berbagi masalah, baik yang berkaitan dengan pelajaran maupun kehidupan pribadi. Oleh karena itu, pihak sekolah mengarahkan para guru untuk tidak hanya fokus pada transfer ilmu, tetapi juga membangun hubungan yang hangat dan penuh keakraban dengan siswa.
"Ketika seorang guru berhasil menciptakan suasana yang akrab dan nyaman, siswa akan merasa aman dan tidak takut untuk terbuka, bercerita, atau bahkan mengakui kelemahan mereka," ujar Wakil Kepala Kurikulum MTsN 4 Bungo. Pendekatan ini diintegrasikan ke dalam program madrasah melalui beberapa cara, seperti sesi konseling yang humanis, pemberian waktu khusus untuk diskusi ringan di luar topik akademik, serta penguatan peran guru wali kelas sebagai figur orang tua kedua di madrasah.
Sesi konseling di MTsN 4 Bungo didorong agar berlangsung secara santai dan tidak menghakimi, sehingga siswa merasa lebih nyaman untuk berbicara. Selain itu, sekolah juga menyediakan waktu luang singkat di sela-sela pelajaran untuk diskusi ringan, yang dapat membantu siswa mengungkapkan perasaan atau masalah yang sedang dihadapi. Guru wali kelas pun dilibatkan secara aktif untuk membina hubungan lebih dekat dengan siswa, sehingga mereka memiliki tempat yang aman untuk bercerita.
Wakil Kepala Kurikulum menambahkan bahwa kedekatan antara guru dan siswa terbukti memberikan dampak positif pada capaian akademik dan non-akademik. Siswa yang merasa nyaman dan terbuka cenderung lebih mudah dibantu saat mengalami kesulitan belajar, karena akar permasalahan dapat diketahui lebih awal. "Ketika siswa berani bercerita, kita bisa tahu apakah masalahnya karena sulit memahami materi, atau justru ada tekanan dari luar yang memengaruhi konsentrasi belajarnya," jelasnya.
MTsN 4 Bungo berkomitmen untuk terus menjadikan pendekatan personal ini sebagai pilar utama dalam pengembangan kurikulum holistik. Sekolah berharap, lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan intelektual dan emosional siswa secara seimbang dapat terus terwujud, sehingga siswa tidak hanya berkembang secara akademis, tetapi juga memiliki kesehatan mental yang baik dan keberanian untuk terbuka.
Penyunting : An
Dok : Andi K
|
283x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...