
Bungo, (MTsN 4 Bungo)-Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (K3M MTs) Kementerian Agama Kabupaten Bungo baru-baru ini melakukan studi banding ke Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Tangerang Selatan. Rombongan yang terdiri dari para kepala madrasah se-Kabupaten Bungo ini termasuk didalam nya kepala MTsN 4 Bungo bertujuan mempelajari model pengelolaan dan program unggulan yang telah menjadikan MTsN 1 Tangerang Selatan sebagai madrasah percontohan di tingkat nasional.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh perwakilan dari K3M Kemenag Bungo dan disambut langsung oleh Kepala MTsN 1 Tangerang Selatan beserta jajaran. Selama kunjungan, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengamati secara langsung tata kelola madrasah yang efektif, mulai dari manajemen kurikulum, administrasi keuangan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Salah satu fokus utama studi banding ini adalah mempelajari implementasi program-program inovatif yang telah diterapkan di MTsN 1 Tangerang Selatan. Beberapa bidang yang menjadi perhatian khusus antara lain pengembangan bidang robotik, di mana madrasah ini berhasil membangun dan mempertahankan prestasi siswa dalam kompetisi robotik dan teknologi. Selain itu, rombongan juga menyoroti gerakan literasi madrasah, dengan strategi untuk menumbuhkan budaya baca dan tulis di lingkungan sekolah.
Bidang kesehatan siswa juga menjadi perhatian dalam kunjungan ini. MTsN 1 Tangerang Selatan diketahui memiliki program kesehatan yang mendukung kesehatan fisik dan mental siswa, termasuk manajemen UKS yang modern serta edukasi pola hidup sehat. Hal ini dinilai penting untuk diterapkan di madrasah-madrasah di Kabupaten Bungo.
Ketua K3M Bungo Drs. H. Zaharudin,. menyampaikan bahwa kegiatan studi banding ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di Kabupaten Bungo. Ia berharap praktik terbaik yang diperoleh dari MTsN 1 Tangerang Selatan, terutama dalam inovasi teknologi dan pembentukan karakter siswa, dapat segera diimplementasikan di madrasah-madrasah di Bungo. "Kami berharap praktik-praktik terbaik yang kami dapatkan di MTsN 1 Tangsel, terutama dalam inovasi teknologi dan pembentukan karakter, dapat segera kami implementasikan di madrasah-madrasah kami," ujarnya.
Kegiatan studi banding ini diakhiri dengan sesi diskusi dan penyerahan cinderamata sebagai simbol terjalinnya kolaborasi antara madrasah di Provinsi Jambi dan Banten. Diharapkan, kerja sama ini dapat memperkuat jaringan pendidikan dan mendorong terciptanya madrasah yang mandiri dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Penyunting : An
Dok : Syrf
|
33x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...