Selamat Datang di Website Resmi MTS Negeri 4 Bungo # PRAMUKA PANGKALAN MTS N 4 BUNGO JUARA UMUM KEMAH GALANG BERKAT KE-IX TAHUN 2026 # Selamat Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI Ke-80 Tahun 2026 # Seluruh ASN Satker MTsN 4 Bungo Akan Hadiri Upacara HAB Ke-80 Di Lapangan Exs. MTQ Muara Bungo # Selamat Mengikuti Jambore Cabang Bungo Tahun 2025 # SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL TAHUN 2025
Diposting Pada: Sabtu, 08 November 2025

Kajian Kitab Kuning MTsN 4 Bungo : Mengapa Orang Berilmu yang Wafat Tetap Dianggap Hidup?

Kajian Kitab Kuning MTsN 4 Bungo : Mengapa Orang Berilmu yang Wafat Tetap Dianggap Hidup?

Bungo (MTsN 4 Bungo)- Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Bungo kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Kajian Kitab Kuning yang diikuti oleh para siswa dan guru. Kegiatan ini berlangsung di lapangan MTsN 4 Bungo dan mengangkat tema tentang hakikat keabadian ilmu, khususnya mengenai ulama yang telah wafat namun tetap hidup melalui warisan keilmuannya.

Dalam kajian tersebut, pemateri Bapak Slamet Riyadi, S.Pd.I, menjelaskan bahwa dalam tradisi Islam, ilmu pengetahuan yang diwariskan oleh para ulama dianggap sebagai amal jariyah. Artinya, meskipun seorang ulama telah meninggal dunia, pahala dan manfaat dari ilmu yang diajarkan dan ditinggalkan akan terus mengalir selama masih ada yang mempelajari dan mengamalkannya.

"Orang yang berilmu, terutama para ulama yang mewariskan karya dan mengajarkan kebaikan, jasad mereka memang telah tiada. Namun, hakikatnya, mereka tetap hidup melalui ilmu, kitab-kitab, dan ajaran yang mereka tinggalkan. Setiap orang yang membaca, mengamalkan, atau mengajarkan kembali ilmu tersebut, maka pahala dan manfaatnya akan terus sampai kepada almarhum," jelas Slamet Riyadi di hadapan para peserta.

Ia juga menegaskan bahwa kehidupan yang dimaksud bukanlah kehidupan secara fisik, melainkan kehidupan spiritual yang tercermin dari manfaat ilmu yang terus dirasakan oleh masyarakat. Konsep ini memberikan pemahaman bahwa peran ulama dan orang berilmu sangat penting dalam membangun peradaban dan memberikan manfaat jangka panjang bagi umat manusia.

Kajian ini mendapat sambutan antusias dari para siswa. Melalui tema tersebut, pihak madrasah ingin memotivasi generasi muda MTsN 4 Bungo agar lebih bersungguh-sungguh dalam mencari dan menguasai ilmu pengetahuan, baik agama maupun umum. Selain itu, siswa diharapkan dapat menghargai jasa para ulama terdahulu dan senantiasa mendoakan mereka sebagai pewaris ilmu para nabi.

Kepala MTsN 4 Bungo, Ahmad Syarif, S.Pd.I, menyampaikan harapannya agar kegiatan kajian kitab kuning ini dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap literatur Islam klasik. Ia juga berharap agar para siswa dapat menjadi generasi yang berilmu dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, MTsN 4 Bungo berupaya memperkuat tradisi keilmuan dan menanamkan nilai-nilai pentingnya ilmu sebagai bekal utama dalam kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara siswa dan guru dalam suasana pembelajaran yang religius dan inspiratif.

Penyunting : An
Dok : Andi K

 


329x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Ungkapan Bangga Kepala MTsN 4 Bungo atas Prestasi Gemilang Siswa di Kemah Galang Berkat IX 372x dibaca
  2. Hujan Deras di Pagi Hari Tak Surutkan Semangat Siswa MTsN 4 Bungo untuk Mengaji dan Murajaah 87x dibaca
  3. ?Menguji Kecakapan Hidup: Siswa MTsN 4 Bungo Ikuti Penilaian Pramuka Akhir Semester Ganjil 2025/2026 100x dibaca
  4. Pasca-Assesmen Akhir, MTsN 4 Bungo Gelar Class Meeting Penuh Keseruan 265x dibaca
  5. Zakat Profesi sebagai Cahaya Kepedulian, Guru MTsN 4 Bungo Hadirkan Senyum dan Harapan bagi Siswa 49x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MTS Negeri 4 Bungo

Mars Madrasah