
Bungo (MTsN 4 Bungo) - Suasana belajar di kelas 9A MTsN 4 Bungo pada pagi senin lalu (27/10) berlangsung berbeda dari biasanya. Para siswa tampak antusias mengikuti pembelajaran matematika yang kali ini berfokus pada materi Mengukur Luas Permukaan Balok. Materi ini kerap dianggap sulit oleh sebagian siswa, namun berkat pendekatan interaktif yang diterapkan oleh guru matematika, Ibu Binti Alfiah, S.Pd.I, suasana kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
Dalam pembelajaran tersebut, siswa tidak hanya mempelajari rumus luas permukaan balok secara teori, tetapi juga diajak untuk mengamati dan menganalisis benda konkret di sekitar mereka. Guru meminta siswa membawa kotak kardus atau kemasan makanan berbentuk balok dari rumah. Setiap siswa kemudian mengukur panjang, lebar, dan tinggi balok tersebut, lalu menghitung total luas permukaannya secara langsung. "Kami tidak hanya menggunakan buku. Siswa diminta membawa kotak kardus atau kemasan makanan berbentuk balok. Mereka harus mengukur panjang, lebar, dan tingginya, lalu menghitung total luas permukaannya," jelas Ibu Binti dengan penuh semangat.
Antusiasme siswa kelas 9A terlihat jelas selama proses pembelajaran berlangsung. Mereka berdiskusi aktif, saling membantu dalam melakukan pengukuran, serta menggunakan rumus yang telah dipelajari untuk memverifikasi hasil perhitungan. Beberapa siswa bahkan berinisiatif mencari balok dengan luas permukaan terbesar di antara kelompok mereka. Pembelajaran dilakukan secara kolaboratif, di mana siswa dibagi dalam kelompok kecil agar setiap anggota dapat berpartisipasi secara aktif dalam mengukur dan menghitung.
Selain itu, guru juga mengaitkan materi ini dengan aplikasi di dunia nyata. Misalnya, siswa diajak memahami bagaimana konsep luas permukaan balok dapat digunakan untuk menghitung kebutuhan cat saat mengecat sebuah ruangan atau menentukan jumlah bahan yang diperlukan untuk membuat kotak kado. Pendekatan ini membantu siswa melihat relevansi matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu siswa, Isan Muadit, mengungkapkan pengalamannya, "Awalnya saya kira sulit, tapi setelah memegang langsung kotaknya dan membongkar jaring-jaringnya, jadi lebih mudah membayangkan. Matematika jadi seru!" Kesaksian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran praktis dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika yang abstrak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman siswa kelas 9A tentang bangun ruang tiga dimensi, khususnya balok, menjadi lebih mendalam dan bertahan lama. Pembelajaran matematika pun terbukti dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan, aplikatif, dan bermakna bagi siswa.
Penyunting : An
Dok : An
|
76x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...