
Bungo, (MTsN 4 Bungo) – Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTsN 4 Bungo menegaskan bahwa pembentukan geng atau kelompok eksklusif di kalangan siswi tidak diperbolehkan di lingkungan madrasah. Penegasan ini disampaikan setelah muncul indikasi beberapa siswi mulai membentuk kelompok tertutup di sekolah.
Guru BK, Sutarsih, S.Pd, menjelaskan bahwa budaya pertemanan di madrasah seharusnya mencerminkan semangat kebersamaan, saling menghormati, dan kekeluargaan. Ia menilai, pembentukan geng dapat menimbulkan perpecahan, kesenjangan sosial, bahkan potensi konflik antarsiswa. Hal ini dikhawatirkan dapat mengganggu keharmonisan dan kenyamanan belajar di lingkungan madrasah.
"Kami menginginkan lingkungan madrasah yang harmonis. Semua siswa harus merasa setara tanpa ada kelompok yang menonjolkan diri atau menyingkirkan yang lain," ujar Sutarsih. Ia menekankan pentingnya menjaga suasana inklusif di sekolah agar seluruh siswa dapat berkembang bersama tanpa tekanan sosial dari kelompok tertentu.
Pihak BK juga berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan karakter dan konseling kelompok. Upaya ini bertujuan memperkuat nilai-nilai positif di antara para siswa, terutama dalam hal kerja sama dan empati. Melalui program pembinaan tersebut, diharapkan siswa dapat membangun hubungan yang sehat dan saling mendukung satu sama lain di lingkungan madrasah.
Langkah preventif ini diambil sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana belajar yang kondusif dan ramah bagi seluruh siswa. BK berharap seluruh siswa dapat memahami pentingnya kebersamaan dan menghindari perilaku yang dapat memicu perpecahan di sekolah.
Penyunting : An
Dok : An
|
41x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...