
Bungo (MTsN 4 Bungo) - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Bungo yang terletak di Dusun Daya Murni, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, menjalankan program khusus untuk melestarikan warisan budaya Arab Melayu. Program ini dinamakan PAMJa (Pandai Arab Melayu Jambi), sebagai upaya menjaga keberlanjutan tradisi menulis dan membaca Arab Melayu di kalangan generasi muda.
Di sejumlah wilayah rumpun Melayu, khususnya di Jambi, penggunaan aksara Arab untuk menulis bahasa Melayu telah menjadi ciri khas. Tulisan ini dikenal sebagai Arab Melayu, yang berbeda dengan bahasa Arab pada umumnya karena menggunakan aksara Arab namun berbahasa Melayu. Banyak karya ulama dan tokoh Jambi yang ditulis menggunakan Arab Melayu. Pemerintah Provinsi Jambi sendiri telah mengatur pelestarian bahasa ini melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pelestarian dan Pengembangan Budaya Melayu Jambi, yang kemudian sebagian diubah dengan Perda Nomor 5 Tahun 2023.
Kepala MTsN 4 Bungo, Ahmad Syarif, mengungkapkan kegelisahannya terhadap menurunnya kemampuan generasi muda dalam membaca dan menulis Arab Melayu. Ia menyadari bahwa tidak semua orang memahami huruf Arab Melayu, apalagi mampu menulis dan membacanya dengan benar. Menurut Syarif, lembaga pendidikan seperti madrasah merupakan tempat yang tepat untuk mengembangkan pengetahuan tersebut.
"Saat kecil, saya belajar Arab Melayu di sekolah Arab. Saya belajar nahwu, sharaf, mantiq, dan imla dengan kitab rujukan berbahasa Arab Melayu. Sekarang banyak generasi muda yang tidak bisa baca Arab Melayu, karena mulai jarang orang belajar dan gurunya pun berkurang. Ini latar belakang program ini," jelas Ahmad Syarif pada Kamis (16/10/2025).
Sejak menjabat sebagai Kepala MTsN 4 Bungo pada tahun 2023, Ahmad Syarif bersama para guru sepakat untuk memperkuat materi pelajaran di bidang akhlak, Arab Melayu, dan kajian kitab kuning. Ia juga terlibat langsung dalam menyiapkan kelas dan fasilitas belajar, seperti pengeras suara, demi kelancaran pembelajaran Arab Melayu.
Program PAMJa dilaksanakan setiap hari Jumat, di mana siswa-siswi diajarkan membaca dan menulis Arab Melayu. Selain itu, di MTsN 4 juga diajarkan Arab Pegon, mengingat Dusun Daya Murni merupakan daerah transmigrasi yang mulai dibuka sejak tahun 1980-an. Arab Melayu dan Arab Pegon memiliki beberapa persamaan dan perbedaan, sehingga keduanya dapat diajarkan secara bersamaan di madrasah ini.
Ahmad Syarif menegaskan bahwa Arab Melayu adalah salah satu warisan budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi oleh para guru di tanah Melayu, khususnya di Jambi. Namun, perubahan sosial dan kemajuan teknologi menyebabkan kemampuan generasi muda dalam membaca dan menulis Arab Melayu semakin menurun. Melalui program PAMJa, MTsN 4 Bungo berupaya menjaga agar tradisi ini tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus, Wabil Khusus Siswa/siswi MTsN 4 Bungo.
Penyunting : Anton
Penulis/ Sumber : Syarief Abdurrahman | ARINA.ID
|
59x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...