
Oleh Sri Mukmini,S.Ag
Secara filosofis pendidikan karakter merupakan kajian ilmu yang paling rasional dan aktual karena membahas tentang tingkah laku manusia yang tidak lekang oleh perubahan zaman.
Fungsi dan tujuan pendidikan karakter memiliki andil yang sangat besar dalam menentukan arah dan sebagai pedoman internalisasi karakter.
Dengan fungsi dan tujuan tersebut diikhtiarkan terwujud insan kamil , insan berbudi luhur ( berakhlakul karimah) yang memiliki posisi mulia di sisi Allah SWT.
Pendidikan karakter merupakan jalan dalam mewujudkan masyarakat beriman dan bertaqwa yang senantiasa berjalan di atas kebenaran dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, kebaikan, musyawarah, serta nilai-nilai humanisme yang mulia. Pembentukan karakter seseorang (terutama peserta didik) bersifat tidak alamiah, sehingga dapat berubah dan dibentuk sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pembiasaan dalam pendidikan agama hendaknya dimulai sedini mungkin. Mendidik anak dengan metode pembiasaan juga didasarkan pada hadis nabi Muhammad saw, yang artinya :
Dari Aisyah ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “ Amalan-amalan yang disukai Allah adalah amalan-amalan yang dikerjakan secara langgeng (menjadi suatu kebiasaan), walau amalan itu sedikit †(HR. Muslim)
Anis Ibnatul M, dkk (2013: 1) mengatakan bahwa pembiasaan merupakan kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang agar sesuatu tersebut dapat menjadi kebiasaan. Pembiasaan adalah segala sesuatu yang dilakukan secara berulang untuk membiasakan individu dalam bersikap, berperilaku, dan berpikir dengan benar.
Pembiasaan adalah kegiatan pengulangan yang dilakukan secara terus menerus dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi kebiasaan yang baik. Pembiasaan ini meliputi aspek perkembangan moral, nilai-nilai religi, akhlak, pengembangan sosio emosional dan kemandirian.
Pembiasaan merupakan salah satu alat pendidikan karakter yang sangat penting sebagai pangkal pendidikan, pembiasaan yang baik penting bagi pembentukan karakter anak dan akan terus berpengaruh kepada siskap anak –anak hingga di masa tuanya.
Pada dasarnya Pembiasaan ( habituation ) merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relatif menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang. Proses pembiasaan berawal dari peniruan, selanjutnya dilakukan pembiasaan di bawah bimbingan orang tua , dan guru, peserta didik akan semakin terbiasa
Proses pembiasaan dalam pendidikan merupakan hal yang penting terutama bagi anak-anak usia dini. Anak-anak belum menyadari apa yang disebut baik dan tidak baik. Ingatan anak-anak belum kuat, perhatian mereka mudah beralih kepada hal-hal yang baru dan disukainya. Dalam kondisi ini mereka perlu dibiasakan dengan tingkah laku, keterampilan, kecakapan dan pola pikir tertentu.
Menanamkan kebiasaan pada anak-anak adalah memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi dan kadang-kadang diperlukan waktu yang relatif lama. Akan tetapi hasil dari pembiasaan tersebut akan sulit untuk diubah dan lama juga tersimpan dimemori anak. Karena seringnya pengulangan-pengulangan sebagai proses pembiasaan akan berdampak pada ingatan, sehingga tidak akan lupa dengan sesuatu yang diulang tersebut.
Pembiasaan tidaklah memerlukan keterangan atau argumen logis. Pembiasaan sebenarnya berintikan pengalaman. Apa yang dibiasakan ialah sesuatu yang diamalkan. Oleh karena itu pembiasaan selalu berdampingan dengan amalan-amalan kebaikan dengan tujuan agar siswa memperoleh sikap-sikap dan kebiasaan-kebiasaan perbuatan baru yang lebih tepat dan positif dalam arti selaras dengan kebutuhan ruang dan waktu (kontekstual). Selain itu arti tepat dan positif di atas ialah selaras dengan norma dan tata nilai moral yang berlaku baik yang bersifat religius maupun tradisional dan budaya. Maka dari itu, pembiasaan positif akan mampu mengikis kebiasaan-kebiasaan yang negative, yang akan bermuara pada terbentuknya karakter sesuai dengan yang diharapkan.
|
1382x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...